Sergius Gustaf

But this is nice: angkot

this is nice

Setelah berjalan sejauh lima kilometer tanpa henti dari statisun daerah menuju ke pusat kota, pria itu berhenti tepat di depan toko kelontong kecil pinggir jalan. Cukup lama ia menatap toko itu dengan wajah seperti sedang berpikir. Setelah sekitar tiga menit ia berdiri menatap toko, akhirnya ia memutuskan untuk mampir ke toko kelontong kecil pinggir jalan itu. Ia mengambil satu buah es krim rasa vanilla yang dilapisi dengan coklat lalu mengeluarkan uang lima ribu rupiah untuk membayar.

Ia keluar toko kelontong kecil pinggir jalan itu dan mulai melanjutkan berjalan dengan langkah perlahan. Sambil melumat es krim yang ia pegang dengan tangan kanannya, pria itu bergumam

“my life is a mess but this is nice”