Super short story #4
Hanya ada satu kebiasaan yang tidak pernah berubah dari lelaki itu. Setiap pagi di hari genap tepat pukul sembilan pagi lelaki itu akan mengendarai vespa merah miliknya menuju ke kedai kopi langganannya.
“Seperti biasa ya, mbak”
“Baik. Satu americano ice totalnya dua puluh delapan ribu, mas”
Setelah memesan minuman, lelaki itu akan mengambil asbak dan duduk di bagian luar kedai tepatnya di meja nomor dua dari kiri. Ia akan menyulut rokoknya lalu larut dalam lantunan musik yang ia dengarkan melalui earphone.
Setiap pagi di hari genap, lelaki itu akan meminum americano ice di kedai kopi langganannya.
Dikutip dari halaman 79 sebuah novel berjudul “Laporan No. 185 (Kopi Mirna)”